Menjaga Kali Mookervart agar Bebas Sampah

JSC | 1 year ago

Kali Mookervart mengalir dari perbatasan Tangerang dan Jakarta Barat, tepatnya mulai Kalideres hingga Kali Angke, Kebon Jeruk. Setiap hari, paling tidak ada lima Pekerja Harian Lepas (PHL) dari UPK Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang bersiaga di Kali Mookervart. Jika ada kejadian khusus seperti hujan deras yang mengakibatkan kondisi sungai lebih kotor seperti pada hari ini, Jumat (14/10), Badan Air Dinas Kebersihan akan menugaskan lebih banyak orang untuk mempercepat pembersihan sungai.

Menurut Supriyadi, Camat Kalideres, sampah di Kali Mookervart umumnya adalah kiriman dari wilayah Tangerang yang hanyut saat hujan. Selain sampah, enceng gondok juga menjadi penyebab pendangkalan sungai tersebut. Hal ini tidak dapat dibiarkan karena kondisi kebersihan Kali Mookervart dan juga sungai-sungai lainnya di Jakarta yang memastikan kota ini aman dari bencana banjir. Apalagi Kali Mookervart yang berdiameter sekitar 25-30 meter ini, merupakan salah satu saluran penting dalam sistem pengendalian banjir kota Jakarta.

Selain menjaga Kali Mookervart dari sampah dan hal-hal lain yang dapat menghambat aliran air, proses normalisasi sungai ini juga diikuti dengan pembangunan jalan inspeksi. Jalan ini selain memudahkan bagi petugas untuk memantau kondisi sungai, juga berguna untuk menambah rasio jalan Ibukota. Keberadaan jalan inspeksi membuat batas antara antara ruang sungai dan bukan ruang sungai menjadi semakin tegas sehingga diharapkan tidak ada bangunan atau aktivitas di bantaran sungai yang dapat mengganggu aliran air lagi. (jsc-ea)

Artikel lainnya

Kalau 100 Orang Bepergian, Bagaimana Potensi Polusi Udara yang Dihasilkan?

Jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota terus membengkak. Bahkan, jumlah motor yang terdaftar di wilayah Jakarta lebih banyak daripada jumlah penduduknya. Kondisi ini tidak hanya menambah angka ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City