Beberapa Jenis Rumah Susun di DKI Jakarta dan Peruntukannya

JSC | 2 years ago

Rumah susun atau rusun menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun adalah bangunan bertingkat yang masing-masing bagian dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian. Jenis hunian ini dibangun untuk memfasilitasi warga yang belum memiliki rumah atau bertempat tinggal di lingkungan yang tidak layak. Rusun merupakan solusi pemukiman perkotaan karena mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang. Bangunan vertikal semacam ini juga membantu penghematan lahan sehingga dapat digunakan untuk ruang terbuka hijau atau ruang publik lain.

Ada empat kategori rusun yang dibangun oleh pemerintah DKI Jakarta berdasarkan peruntukannya. Kategori pertama adalah rusun untuk warga dengan penghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP). Pemerintah menyediakan rusun dengan luas 36 meter persegi dan dijual dengan harga 200 hingga 250 juta rupiah. Rusun tipe ini mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta hingga 80%. Selain disubsidi, penghuni rusun juga mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk anak, fasilitas kesehatan, dan fasiitas bus Transjakarta secara gratis.

Kategori kedua yaitu rusun dengan harga kos. Rusun ini ditujukan bagi kalangan menengah dan akan dibangun di atas fasilitas umum seperti stasiun Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT). Rusun kategori ini umumnya terletak di tempat yang strategis untuk memfasilitasi warga yang beraktivitas di Jakarta, sehingga bisa menghemat waktu daripada tinggal di daerah pinggiran Jakarta. Kategori ketiga diperuntukkan bagi warga dengan gaji di atas 10 juta. Rusun ini statusnya menjadi hak milik namun tidak boleh dijual ke pihak lain. Unit hunian harus dijual lagi ke pemerintah dengan harga sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Kategori terakhir adalah rusun yang dibangun di lahan milik warga. Pemilik lahan akan mendapatkan kompensasi berupa kepemilikan rusun. Mekanismenya adalah dengan mengganti tanah warga yang digunakan untuk pembangunan rusun dengan unit rusun yang luasnya dua kali dari tanah tersebut. Namun untuk ketegori terakhir ini, belum bisa dijalankan karena masih belum ada aturan yang mengaturnya.

Artikel lainnya

Meninjau Park and Ride di Jakarta

Salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan di ibu kota adalah dengan mengurangi jumlah kendaraan. Pemprov DKI Jakarta telah berupaya menyediakan berbagai moda transportasi agar masyarakat dapat ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City