Jakarta akan Memenuhi Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau

JSC | 1 year ago

Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terus dijalankan. Saat ini, dari 30% RTH yang harus disediakan, Jakarta baru memiliki 9,9% RTH dari total seluruh luas wilayah. Selain memiliki manfaat untuk sebuah wilayah, RTH juga memiliki fungsi antara lain sebagai berikut

RTH memiliki fungsi ekologi

RTH merupakan ‘paru-paru’ kota atau wilayah. Tumbuhan dan tanaman hijau dapat menyerap kadar karbondioksida (CO2), menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan tanaman, menjadi area resapan air, serta meredam kebisingan.

RTH menjadi ruang tempat warga dapat berekreasi

Anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain, dan masyarakat dapat berjalan kaki, berolahraga, atau melakukan aktivitas lainnya.

RTH memiliki fungsi estetis

Kehadiran RTH akan memperindah pemukiman, komplek perumahan, perkantoran, sekolah, mall, dan lain-lain.

RTH dalam tata kota memiliki fungsi planologi

RTH dapat menjadi pembatas antara satu ruang dengan ruang lain yang berbeda peruntukannya.

RTH memenuhi fungsi pendidikan

RTH menjadi ruang tempat satwa dan tanaman yang bisa dijadikan sarana belajar. Kalau anak-anak juga dilibatkan dalam pengelolaan RTH,mereka mendapat pelajaran yang mungkin tidak didapatkan di bangku sekolah seperti belajar berorganisasi dan nilai-nilai dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

RTH juga punya fungsi ekonomis

Apabila ditata dengan baik, RTH bukan saja menjadi lokasi wisata yang strategis, namun juga menghasilkan nilai ekonomi bagi pengelolanya. Oleh karena itu, keberadaan RTH dapat menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.

Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Subagiyo mengatakan penyediaan RTH bukan perkara mudah. Minimnya ketersediaan lahan menjadi penyebab utama. Namun Pemprov DKI terus berupaya memenuhi kebutuhan RTH dengan memperbanyak pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Warga Jakarta dapat mengetahui data sebaran RTH yang ada saat ini di Jakarta melalui http://pertamananpemakaman.jakarta.go.id/v43/doRTH18 (jsc-sy)

 

Artikel lainnya

Otto Iskandardinata, Penggagas Salam Nasional "Indonesia Merdeka"

Otto Iskandardinata lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Bandung. Ayah Otto adalah keturunan bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Sejak kecil Otto telah menunjukkan karakteristik sebagai anak yang ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City