Upaya Pemprov DKI dalam Mengantisipasi Banjir di Kemang

JSC | 11 months ago

Beberapa waktu lalu kawasan Kemang, Jakarta Selatan tergenang banjir. Hal itu dikarenakan luapan Kali Krukut yang telah mengalami penyempitan dari lebar awal 20-25 meter menjadi 3-5 meter. Bahkan ada beberapa titik yang lebarnya tersisa 1,5 meter.

Normalisasi Kali Krukut menjadi salah satu cara mengantisipasi banjir Kemang. Bukan hanya akan dilebarkan, tetapi juga diperdalam sehingga dapat menampung air lebih banyak.

Namun normalisasi tidaklah mudah karena pemilik bangunan memiliki sertifikat tanah resmi sampai IMB. Selain itu, pengembang atau pengusaha yang memiliki bangunan juga enggan menjual kepada Pemprov DKI.

Sebagai langkah awal, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pendataan sertifikat kepemilikan bangunan komersial yang ada di kawasan Kemang.. Terlebih untuk bangunan yang berada di bantaran kali dan resapan air. Bangunan tanpa sertifikat akan langsung ditertibkan, sedangkan lahan yang masuk ke dalam trase sungai namun memiliki sertifikat akan dibeli Pemprov DKI dan nantinya akan digunakan untuk normalisasi sungai.

Pemprov DKI juga tidak akan mengeluarkan izin pembangunan apartemen dan bangunan lainnya di kawasan yang seharusnya menjadi daerah tampungan air. Selama proses normalisasi sungai berlangsung, perbaikan saluran air terus dijalankan sehingga air bisa lebih banyak teralirkan dan genangan tak muncul lagi. (jsc-sy)

 

Sumber foto:‚Äč https://c6.staticflickr.com/6/5499/10986085725_ba056e4e28_b.jpg

Artikel lainnya

Jakmart, Salah Satu Garda Terdepan Pengendali Harga Pangan Ibu Kota

Untuk menegaskan status suatu kota menjadi smart city, salah satu indikator penting yang harus dicapai adalah smart economy. Kota pintar membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, didukung ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City