Tentang Uji Kir dan Perizinan Angkutan Sewa Berbasis Aplikasi

JSC | 3 years ago

3.482 Taksi Berbasis Aplikasi Belum Uji Kir

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, berdasarkan data yang ada, saat ini dari total 5.003 unit kendaraan, baru 1.521 kendaraan yang menjalani uji kir. Sehingga masih terdapat 3.482 kendaraan yang belum menjalani uji kir di UP PKB Pulogadung, Jakarta Timur.

"Tingginya kendaraan yang belum uji kir ini menunjukkan betap rendahnya tingkat kesadaran pemilik taksi online untuk mengikuti uji kir kendaraannya," kata Andri, Senin (1/8).

Rendahnya jumlah kendaraan yang menjalani uji kir juga disebabkan karena kurangnya koordinasi antara pihak perusahaan angkutan sewa online dengan pengurus di lapangan. Kemudian adanya kekhawatiran anjloknya harga jual kembali kendaraan eks taksi online. Selain itu tidak maunya pemilik kendaraan untuk pemberian tanda berupa pengetokan nomor pemeriksaan pada chasis.

Karena dasar itulah, pihaknya bersama jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya dan TNI akan terus menggelar razia. Sasarannya adalah taksi berbasis aplikasi online yang menjadi mitra Grab, Uber dan Gocar.

Kendaraan tersebut dirazia karena tak memiliki buku kir dari UP PKB Pulogadung. Kemudian tidak dilengkapi kartu pengawasan dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI.

598 Kendaraan Pribadi Miliki Izin Usaha Berbasis Aplikasi

Sebanyak 598 kendaaran pribadi di Jakarta sudah mengurus izin usaha angkutan sewa berbasis aplikasi. Ratusan kendaraan itu mengurus izin usahanya di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta sejak Mei hingga Juli.

Kepala BPTSP DKI Jakarta, Edi Junaedi mengatakan, ratusan kendaraan pribadi yang telah mendaftar berasal dari tiga operator, yakni‎ Koperasi Trans Usaha Bersama yang menggunakan aplikasi Uber dan Koperasi Jasa Perkumpulan Pengusaha Rental Indonesia (PPRI) yang menggunakan aplikasi Grab. Kemudian ‎PT Panorama Mitra Sejati yang menggunakan aplikasi Go Car.

"Rinciannya, Uber 437 kendaraan, Grab 103 kendaraan dan yang menggunakan aplikasi Go Car 58 kendaraan. Kesemuanya sudah miliki surat izin dan kartu pengawasan," ucapnya di Balai Kota, Senin (1/8).‎

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan‎ dan Transportasi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengakui masih banyak pemilik angkutan sewa berbasis aplikasi belum mendaftarkan mobilnya. Mereka tidak mendaftar lantaran khawatir harga jual kendaraannya rendah karena digunakan sebagai mobil sewa.

"Pemilik kendaraan pribadi takut, kalau mobilnya memiliki stiker KIR sebagai tanda kendaraan tersebut angkutan sewa, nilai jual kembali kendaraan rendah," katanya.

Walau begitu, Sigit menegaskan kendaraan pribadi yang digunakan sebagai kendaraan umum berbasis aplikasi harus mengurus izin usahanya.‎ Jika tidak, pihaknya akan menertibkan kendaraan tersebut.

***

Sumber:

http://www.beritajakarta.com/read/34414/3482-taksi-berbasis-aplikasi-belum-uji-kir#.V7aIRJN97Hc

http://www.beritajakarta.com/read/34466/598-kendaraan-pribadi-miliki-izin-usaha-berbasis-aplikasi#.V7aIRJN97Hc

 

 

 

 

Artikel lainnya

Update Informasi Cuaca Terbaru dengan Aplikasi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki aplikasi bernama Info BMKG untuk menyajikan informasi cuaca yang terpercaya dan akurat. Aplikasi yang sudah tersedia di Playstore dan ...

Hak cipta © oleh Jakarta Smart City